Analisis Tingkat Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP) pada Primkopti Semarang Barat Tahun 2000 – 2005. Skripsi

This item was filled under [ Akuntansi ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (28 votes cast)

skripsi jurusan akuntanis: Analisis Tingkat Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP) pada Primkopti Semarang Barat Tahun 2000 – 2005. Skripsi

Munarsah. 2007. Skripsi akuntansi, Fakultas ekonomi, Universitas Negeri Semarang.

Primkopti Semarang Barat merupakan primer koperasi tempe dan tahu Indonesia yang berada dikota Semarang, khususnya di Semarang Barat yang merupakan salah satu organisasi ekonomi yang sebenarnya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama pengrajin tahu dan tempe. Namun pada kenyataannya, koperasi ini kurang berperan sebagaimana mestinya, terbukti dengan adanya penurunan jumlah debitur dan jumlah kredit yang diberikan oleh koperasi kepada masyarakat dari tahun ketahun. Melihat fenomena tersebut perlu analisis tingkat kesehatan agar dapat dijadikan pertimbangan manajer dalam mengambil suatu keputusan yang tepat untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kesehatan USP Primkopti Semarang Barat dari tahun 2000-2005? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesehatan USP Primkopti Semarang Barat dari tahun 2000-2005.
Subyek yang diteliti adalah data-data laporan keuangan dari tahun 2000-2005. Data dianalisis tingkat kesehatannya menggunakan empat aspek: 1) permodalan, (2) kualitas aktiva produktif, (3) rentabilitas dan (4)likuiditas.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2000 tingkat kesehatannya mencapai 58,73 (kurang sehat), pada tahun 2001 sebesar 70,93 (cukup sehat), pada tahun 2002 sebesar 69,66 (cukup sehat), tahun 2003 sebesar 34,00 (tidak sehat), pada tahun 2004 sebesar 51,48 (kurang sehat) dan tahun 2005 mencapai 69.36 (cukup sehat). Dari keempat aspek yang diukur, aspek yang menyebabkan rendahnya kualitas kesehatan adalah kualitas aktiva produktif dan likuiditas, selanjutnya aspek rentabilitas dan yang paling sehat pada aspek permodalan. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kesehatan Unit Simpan Pinjam Primkopti Semarang Barat tergolong cukup sehat.
Disarankan kepada manajer Primkopti Semarang untuk mengelola aktiva produktif secara optimal, dengan cara membatasi persediaan cash on hand dan mengalokasikan aktiva produktif untuk kegiatan atau usaha-usaha yang dapat menambah laba atau SHU, misalnya pada unit usaha pertokoan. Selain itu Koperasi harus mempunyai ketentuan bahwa pinjaman yang diberikan didukung dengan agunan yang nilainya sama atau lebih besar dari pinjaman yang diberikan.
Ketentuan mengenai kolektibilitas aktiva produktif merupakan suatu hal yang perlu dimiliki. Dengan demikian aspek rentabilitasnya pun diharapkan akan meningkat secara proporsional. Primkopti perlu memiliki ketentuan mengenai pembatasan pemberian pinjaman kepada anggota dan menitik beratkan atas kemampuan peminjam untuk mengembalikan pinjamannya daripada tersedianya agunan.

Download

Analisis Tingkat Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP) pada Primkopti Semarang Barat Tahun 2000 – 2005. Skripsi, 5.0 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets