Diksi dan majas serta fungsinya dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba

This item was filled under [ bahasa dan seni ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (28 votes cast)

skripsi jurusan bahasa dan sastra indonesia: Diksi dan majas serta fungsinya dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba

Syarifudin, Imam. 2006. Skripsi bahasa dan sastra indonesia, Fakultas ekonomi, Universitas Negeri Semarang.

Alasan yang mendasari peneliti memilih novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Albretiene Endah adalah (I) novel Jangan Beri Aku Narkoba menggunakan bahasa yang bervariasi (2) kajian pada aspek gaya bahasa khususnya diksi dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Albrthiene Endah sepanjang pengetahuan peneliti belum ada.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pilihan kata (diksi) yang dipakai dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Albrthiene Endah (2) Bagaimana majas dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba (3) Apa fungsi adanya penggunaan diksi dan majas dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Alberthiene Endah.
Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi objek tentang diksi yang dipakai dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Alberthiene Endah (2) memperoleh deskripsi tentang majas yang terdapat dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba (3) untuk mengetahui fungsi dengan adanya diksi dan majas dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Albrthiene Endah.
Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Pendekatan ini memandang dan menelaah sastra dari segi intrinsic yang membangun suatu karya sastra, yaitu tema, alur, latar, latar, penokohan, diksi, dan gaya bahasa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diksi atau pilihan kata yang terdapat dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Alberthiene Endah sangat bervariasi yaitu, unsur bahasa Jawa berjumlah 3 kalimat, unsur bahasa Arab berjumlah 6 kalimat, unsur bahasa Inggris berjumlah 5 kalimat, dan unsur bahasa Betawi berjumlah 3 kalimat, sedangkan majas yang terdapat dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba meliputi, majas metafora berjumlah 9 kalimat, perbandingan berjumlah 5 kalimat, personifikasi berjumlah 5 kalimat dan hiperbola berjumlah 4 kalimat.
Penggunaan diksi dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba yang bervariasi oleh pengarang bertujuan untuk medukung jalan cerita agar lebih runtut, lebih jelas mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat maupun latar sosial. Sedangkan fungsi penggunaan majas dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba dapat menimbulkan suasana tertentu bagi pembaca.
Berdasarkan hasil analisis di atas disarankan hendaknya peneliti lain dapat mengkaji novel Jangan Beri Aku Narkoba dari sudut lain misalnya sudut psikologi, nsur-unsur nilai yang terdapat di dalamnya. Di samping itu diksi dan majas dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba karya Albertiene Endah yang sangat bervariasi dapat digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa.

Download

 

Diksi dan majas serta fungsinya dalam novel Jangan Beri Aku Narkoba, 5.0 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets