DOMINASI KEKUASAAN DAN RESISTENSI MASYARAKAT Studi Konflik Peremajaan Pasar Senapelan di Kota Pekanbaru, Riau

This item was filled under [ Sosiologi ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.9/5 (28 votes cast)

INTISARI

Kebijakan Otonomi Daerah telah memberikan kesempatan yang luas bagi

pemerintahan di setiap daerah untuk menerapkan kebijakan pembangunan yang

lebih memihak kepada rakyat. Sehingga pemerataan pembangunan sampai ke

daerah pedalaman dapat dirasakan oleh masyarakat. Keleluasaan Pemerintah

Daerah untuk mengurusi dirinya sendiri tidak selamanya menimbulkan dampak

positif bagi masyarakat, di sebagian wilayah justru menimbulkan dampak negatif

bagi masyarakat dengan terjadinya dominasi kekuasaan. Dominasi kekuasaan

dalam pembangunan telah menimbulkan konflik vertikal antara Pemkot

Pekanbaru dan investor di satu pihak dengan pedagang tradisional pasar

Senapelan di pihak yang lain. Di mana, dominasi kekuasaan tersebut

menimbulkan tindakan perlawanan dari pedagang.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

deskriptif –kualitatif. Lokasi penelitian berada di kelurahan Padang Bulan

kecamatan Senapelan kota Pekanbaru, di mana merupakan salah satu dari empat

pasar tradisional utama yang berada di jantung kota Pekanbaru, dengan jumlah

pedagang mencapai 2000 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,

observasi, dan pengumpulan dokumen- dokumen. Penentuan informan dilakukan

dengan teknik purposif, di mana informan tertentu dianggap mewakili stake

holder yang berkonflik. Wawancara dan observasi digunakan sebagai data primer,

sedangkan data sekunder diperoleh melalui pengumpulan dokumen.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dominasi kekuasaan dilakukan

melalui: 1) pembuatan kebijakan non partisipatif, 2) tindakan represi, dan 3)

kooptasi terhadap media massa dan organisasi pedagang. Perlawanan pedagang

dapat dibagi menjadi dua: 1) perlawanan secara terbuka atau terang- terangan

menentang kebijakan tersebut melalui aksi unjuk rasa, mogok makan, pernyataan

tertulis, 2) perlawanan sembunyi atau tidak langsung melalui aksi mengumpat,

merusak TPS, tidak menempati TPS, tidak membayar cicilan dan tidak mendaftar

ulang. Selain itu, pihak- pihak yang mendukung perlawanan pedagang dapat

dibagi dua: 1) pendukung spesialis, datang dari kalangan mahasiswa- LSM dan

intelektual, 2) pendukung umum, datang dari tokoh masyarakat setempat.

Resolusi atau upaya damai dilakukan melalui mediasi dan konsiliasi. Mediasi

diupayakan oleh DPRD Pekanbaru dan IKMR, sedangkan konsiliasi diupayakan

oleh Pemkot Pekanbaru bekerjasama dengan investor. Namun demikian,

penelitian ini menemukan kenyataan bahwa mediasi dan konsiliasi tidak berjalan

dengan efektif. Yang terjadi adalah praktek dominasi kekuasaan yang dilakukan

kembali oleh Pemkot dan investor terhadap upaya – upaya damai tersebut sehingga

pedagang berada dalam posisi tersubordinasi atau tertindas dan tidak berdaya.

Kata kunci: Dominasi Kekuasaan, Perlawanan, dan Resolusi Konflik

xiv

Untuk mendownload silakan klik link di bawah ini

Download di sini

DOMINASI KEKUASAAN DAN RESISTENSI MASYARAKAT Studi Konflik Peremajaan Pasar Senapelan di Kota Pekanbaru, Riau, 4.9 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets