FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGAMPLASAN DI PERUSAHAAN MEUBEL CV. PERMATA 7 WONOGIRI

This item was filled under [ Olahraga ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (31 votes cast)

Skripsi ilmu keolahragaan: FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGAMPLASAN DI PERUSAHAAN MEUBEL CV. PERMATA 7 WONOGIRI

Dewa Adhitya, 2007. Skripsi ilmu keolahragaan, Fakultas ilmu keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.

Tujuan dari pendidikan pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja adalah terciptanya keamanan dan kenyamanan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan terciptanya derajat kesehatan yang optimal. Selain itu tujuan lain adalah untuk menjadikan masyarakat sehat sehinga dapat meraih cita-cita yang diimpikan. Kesehatan adalah kondisi yang bukan hanya terbebas dari penyakit, cacat dan kelemahan, tetapi juga kondisi yang positif dari kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang dapat mendukung seseorang hidup produktif. Hal ini sesuai dengan program Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan dengan upaya mewujudkan masyarakat Indonesia sehat seutuhnya lahir dan batin dengan visi dan misi yang sejajalan dengan kaedah kehidupan berbangsa dan bernegara adil dan merata.(Departemen Kesehatan RI, 1990)

Program kesehatan kerja juga meliputi kesehatan para buruh dan pekerja pabrik lainnya dikarenakan Indonesia adalah negara dengan tingkat kesadaran yang sangat rendah dalam hal program kesehatan dan keselamatan kerja. Terbukti masih tingginya angka kecelakaan kerja dan keracunan kerja yang dihadapi para pekerja di negara ini baik secara langsung maupun tidak langsung. (A. M. Sugeng Budiono, 1992 : 171)
Kesehatan antara lain dipengaruhi oleh kualitas lingkungan, sedangkan kualitas lingkungan mempengaruhi kualitas hidup manusia. Kualitas lingkungan merupakan resultan kualitas daya dukung. Jaminan tetap terjaganya kualitas lingkungan harus menjadi prioritas khusus dan kesehatan pekerja harus ditempatkan pada tingkat pertama. Menjaga kelangsungan dan kesetabilan lingkungan tersebut maka, diperlukan kualitas pencegahan yang sangat baik terhadap segala sesuatu yang dapat merusak lingkungan.
Lingkungan tempat kerja yang tidak sehat dapat menjadikan masalah bagi pekerja. Faktor – faktor yang dapat menjadikan penyebab penyakit akibat kerja, antara lain adalah faktor fisik (kebisingan, radiasi, suhu), golongan kimiawi (debu, uap, gas, awan) golongan infeksi (bakteri, virus, parasit), golongan fisiologis dan golongan mental-psikologis. (Anies, 2005 : 8)
Debu dapat menjadi masalah sangat serius pada suatu perusahan, karena setiap sisa produksi dan sisa konsumsi dapat menghasilkan debu. Debu sangat banyak kita jumpai pada industri kayu khususnya produksi meubel yang menggunakan bahan dasar kayu. Debu kayu (pulp) dari hasil pemotongan maupun penghalusan atau pengamplasan sangat tajam dan berbahaya apabila terhirup pada saat pekerja bernafas. Bahaya yang ditimbulkan oleh debu hasil dari pengolahan kayu adalah gangguan saluran pernafasan, apabila tidak segera ditanggulangi dapat mengakibatkan selaput radang yang terkena iritasi. (Ramali Ahmad, 2003: 50) Salah satu cara menanggulangi terjadinya gangguan saluran pernafasan atau keracunan akibat debu hasil produksi, adalah dengan menggunakan (APD).
Penggunaan APD merupakan pilihan terakhir dalam melindungi kesehatan dan 3keselamata pekerja dari potensi bahaya. APD dilakukan setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. (Herry Koesyanto, 2005 : 47). APD untuk mencegah agar debu tidak terhirup adalah dengan menggunakan masker, yang terdiri dari berbagai macam bentuk seperti masker kain kasa dan resporator setengah masker. Namun sebagian tenaga kerja merasa kurang nyaman dalam menggunakan masker. Perasaan ataupun keluhan yang dirasakan memberikan respon yang berbeda-beda. Perasaan tidak nyaman itu pada akhirnya akan mengakibatkan keengganan tenaga kerja dalam menggunakannya.
Pengunaan APD sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, khususnya pasal 9, 12 dan 14, yang mengatur penyediaan dan penggunaan APD di tempat kerja, baik bagi pengusaha maupun bagi tenaga kerja (A. M. Sugeng Budiono, 2003 : 329).

Download

FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGAMPLASAN DI PERUSAHAAN MEUBEL CV. PERMATA 7 WONOGIRI, 5.0 out of 5 based on 31 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets