Kaum Pinggiran di Kampung Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat Tahun 1980-1990

This item was filled under [ sejarah ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (31 votes cast)

Skripsi Jurusan Sejarah: Kaum Pinggiran di Kampung Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat Tahun 1980-1990

RUDY RUSTANDY. 2007. Skripsi Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.

Penelitian ini mengkaji tentang kaum pinggiran di Kampung Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat Tahun 1980-1990. Permasalahan yang diungkap dari penelitian ini ialah : (1) mengapa muncul kaum pinggiran di Kampung Jatipulo, (2) bagaimanan perkembangan kaum pinggiran di Kampung Jatipulo, (3) bagaimana pengaruh munculnya kaum pendatamg terhadap kehidupan sosial-ekonomi penduduk asli Kampung Jatipulo.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Mengungkap Latar Belakang Munculnya Kaum Pinggiran di Kampung Jatipulo, (2) Menjelaskan Perkembangan Kaum Pinggiran di Kampung Jatipulo, (3) Untuk Mengetahui Pengaruh Munculnya Kaum pendatang di Kampung Jatipulo.
Untuk mengkaji permasalahan tersebut metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Lingkup spasial di dalam penelitian adalah Kampung Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat, sedangkan lingkup temporal penulis mengambil tahun 1980-1990 karena pada tahun tersebut terjadi migrasi besar-besaran yang tidak terkendali oleh para pendatang yang tidak memiliki keahlian khusus ke kota besar khususnya Jakarta. Karena daya tarik kota Jakarta yang menyediakan beragai fasilitas dan kemungkinan masa depan, seperti: lapangan pekerjaan, gaji yang memadai dan sebagainya. Tetapi dengan kemampuan teknis dan latar belakang pendidikan yang pas-pasan, menyebabkan kedatangan mereka ke kota Jakarta tidak berada pada tempat strategis, baik tempat tinggal maupun profesi kerja.
Hasil dari penelitian ini, berisi tentang munculnya masyarakat kaum pinggiran di kampung Jatipulo diakibatkan kedatangan kaum pendatang ke kota Jakarta tidak dibekali dengan kemampuan teknis dan latar pendidikan yang memadai. Akibatnya kedatangan mereka ke kota besar menjadi terpinggirkan atau terasingkan. Di kampung Jatipulo mereka tinggal di bangunan-bangunan liar dan lahan kosong, tetapi kemudian para kaum pendatang ini berhasil memperbaiki nasib kehidupannya dengan adanya pekerjaan yang relatif tetap, yaitu bekerja sebagai pedagang, penjual jasa dan pegawai rendahan. Di kota Jakarta hubungan antarwarga dalam suatu wilayah perkampungan yang padat, umumnya cukup erat. Terciptanya hubungan antarwarga di perkampungan Jatipulo disebabkan kerapnya para warga bertatap muka. Selain itu, di dorong pula oleh tingkat ekonomi mereka yang sama sehingga mereka merasa senasib.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Pertama, corak cara hidup masyarakat kampung Jatipulo masih menghargai cara hidup bersama dan interaksi yang luas, dimana terciptanya hubungan antarwarga di kampung Jatipulo disebabkan kerapnya para warga bertatap muka selain itu di dorong pula oleh tingkat ekonomi mereka yang sama sehingga mereka merasa senasib. Kedua, hubungan-hubungan sosial yang tercipta dan terwujud sebagai interaksi di antara para warga menunjukan intensitas yang tinggi.
Peranan-peranan yang dilakukan bersifat majemuk sehingga terjadi hubungan yang multikompleks. Adanya hubungan yang bersifat multikompleks tersebut, mewujudkan pola-pola kepemimpinan yang khas seperti, dalam kepemimpinan di masyarakat. Dimana yang dianggap sebagai pemimpin adalah orang-orang yang dianggap “tua” dalam sistem kekerabatan dan para “orang kaya’ yang secara langsung dapat menolong orang lain yang sedang “kesusahan”. Tolak ukur yang digunakan dalam menentukan kedudukan sosial seseorang adalah tingkat senioritas dalam kekerabatan, kekayaan yang dimiliki, dan sifat sosialnya. Ketiga, corak cara hidup warga masyarakat kampung miskin Jatipulo menciptakan, secara langsung atau tidak langsung, suatu struktur rumah tangga yang khusus pula. Dimana struktur rumah tangga di wilayah Kampung Jatipulo didominasi oleh keluarga luas, bukan keluarga inti. Karena keluarga luas ini terdiri atas keluarga inti yang satu sama lain merasa menjadi kesatuan. Struktur demikian memudahkan mereka mengatasi kesulitan hidup di lingkungan yang buruk dan miskin

Download

Kaum Pinggiran di Kampung Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat Tahun 1980-1990, 5.0 out of 5 based on 31 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets