Kualitas Tahan Luntur Warna Batik Cap di Griya Batik Larissa Pekalongan

This item was filled under [ teknologi jasa dan produksi ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (28 votes cast)

skripsi jurusan teknologi jasa dan produksi: Kualitas Tahan Luntur Warna Batik Cap di Griya Batik Larissa Pekalongan

Antun Atikasari. 2006. Skripsi teknooologi jasa dan produksi, Fakultas teknik, Universitas Negeri Semarang.

Pekalongan merupakan salah satu penghasil batik di Indonesia. Batiksebagai bahan sandang sudah mulai membudaya di kalangan masyarakat.Ketahanan luntur warna batik sangat penting ditinjau dari kepentingan konsumen.Batik cap produksi Griya Batik Larissa banyak diminati konsumen karenaharganya yang relatif lebih murah dan dimungkinkan ketahanan luntur warnayang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut maka timbul permasalahan yaitubagaimanakah kualitas ketahanan luntur warna batik cap di griya batik LarissaPekalongan terhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tahan luntur warna batik capterhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan di griya batikLarissa Pekalongan. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah memberi gambarankepada masyarakat mengenai kualitas tahan luntur warna batik cap di griya batikLarissa Pekalongan.
Penelitian ini adalah eksperimen murni tentang tahan luntur warna batikcap dari bahan sutera, mori primisima dan shantung. Variabel penelitian berupavariabel tunggal yaitu kualitas tahan luntur warna batik cap. Data dikumpulkanmelalui hasil pengujian laboratorium untuk mengukur tahan luntur warna terhadappencucian dengan alat launderometer, tahan luntur warna terhadap keringatdengan American Association of Textile Chemists and Colourists (AATCC)perspiration tester, tahan luntur warna terhadap gosokan dengan alat crockmetedan tahan luntur warna terhadap panas penyetrikaan dengan setrika listrik yangberpedoman pada standar pengujian dari Standar Industri Indonesia. Teknik untukanalisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji Kruskall Walliskemudian dilanjutkan dengan uji U Mann Whitney.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas tahan luntur warnabatik cap terhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan di griyabatik Larissa mempunyai nilai baik. Hasil uji Kruskall Wallis pada tahan lunturwarna batik cap terhadap pencucian diperoleh nilai ?2hitung = 17 dengan p value(0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan dari ketiga jenis kain,sedangkan penodaan warna terhadap kapas karena pencucian dari hasil ujiKruskall Wallis diperoleh nilai ?2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yangberarti ada perbedaan yang signifikan dan hasil penodaan warna terhadap suteradiperoleh nilai ?2hitung = 0,000 dengan p value (1,000 > 0,05) yang berarti tidak adaperbedaan yang signifikan dari ketiga jenis kain tersebut. Hasil analisis tahanluntur warna batik cap terhadap gosokan pada penodaan warna terhadap kapaskering menunjukkan ?2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti adaperbedaan yang signifikan. Penodaan warna terhadap kapas basah karena gosokanmenunjukkan ?2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti adaperbedaan yang signifikan. Hasil uji Kruskall Wallis pada tahan luntur warnabatik cap terhadap keringat diperoleh nilai ?2hitung = 17 dengan p value (0,000 <0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada ketiga jenis kain tersebut. Penodaan warna terhadap kapas karena keringat pada uji Kruskall Wallisdiperoleh nilai ?2hitung = 9,955 dengan p value (0,007 < 0,05)yang berarti adaperbedaan yang signifikan dan hasil penodaan warna terhadap suteramenunjukkan ?2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti adaperbedaan yang signifikan. Hasil analisis tahan luntur warna batik cap karenapanas penyetrikaan menunjukkan ?2hitung = 0,000 dengan p value (1,000 > 0,05)yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada perubahan warnanya. Hasilpenodaan warna terhadap kapas kering menunjukkan ?2hitung = 0,000 dengan pvalue (1,000 > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan padaketiga jenis kain tersebut.
Simpulan dari penelitian ini adalah kualitas tahan luntur warna batik capterhadap pencucian, keringat, gosokan dan panas penyetrikaan di griya batikLarissa Pekalongan termasuk dalam kategori baik. Saran dalam penelitian iniadalah : 1) Griya batik Larissa perlu meningkatkan kualitas produknya, 2) Perludilakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang lain.

Download

Kualitas Tahan Luntur Warna Batik Cap di Griya Batik Larissa Pekalongan, 5.0 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets