MAKNA SIMBOLIS BENTUK PENYAJIAN WAYANG WONG SAKRAL DALAM UPACARA TRADISI BULAN SURA DI DUSUN TUTUP NGISOR DESA SUMBER KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG

This item was filled under [ bahasa dan seni ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (28 votes cast)

skripsi Jurusan urusan Seni Drama Tari dan Musik,: MAKNA SIMBOLIS BENTUK PENYAJIAN WAYANG WONG SAKRAL DALAM UPACARA TRADISI BULAN SURA DI DUSUN TUTUP NGISOR DESA SUMBER KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG

Endang Sri Handayani . 2006. Skripsi urusan Seni Drama Tari dan Musik,FAKULTAS BAHASA DAN SENI ,UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

Wayang Wong Sakral di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang sebagai sarana upacara tradisi bulan Sura yang keberadaannya tetep dilestarikan sampai sekarang.

Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian, fungsi dan makna simbolis bentuk penyajian Wayang Wong Sakral di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana bentuk penyajian, fungsi dan makna simbolis bentuk penyajian Wayang Wong Sakral di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Manfaat yang dapat diperoleh adalah: 1) Bagi peneliti akan memberikan pemahaman yang lengkap terhadap kesenian Wayang Wong Sakral dalam upacara tradisi bulan Sura, 2) Bagi padepokan Cipta Budaya dapat memperkaya khasanah seni tari untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kreatifitas dalam upaya melestarikan kesenian tersebut, 3) Bagi masyarakat Tutup Ngisor dapat memanfaatkan sebagai masukan dalam upaya pembentukan atas bentuk penyajian Wayang Wong Sakral dalam upacara tradisi bulan Sura, 4) Bagi Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dapat bermanfaat sebagai bahan pelengkap untuk data-data dari kesenian Wayang Wong Sakral sebagai dokumentasi kesenian, 5) Bagi pembaca dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan apresiasi terhadap kesenian Wayang Wong Sakral dalam upacara tradisi bulan Sura.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara kualitatif, yaitu dengan cara data yang sudah diperoleh dikumpulkan, diatur, diurutkan, dikelompokkan dan diolah untuk disajikan kedalam bentuk laporan penelitian. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian Wayang Wong Sakral merupakan salah satu sarana upacara tradisi bulan Sura yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh warga Tutup Ngisor. Penyajian Wayang Wong Sakral dengan lakon “Lumbung Tugu Mas” atau “Sri Kembang”, merupakan acara inti dari rangkaian upacara tradisi bulan Sura yang mempunyai arti sangat penting bagi masyarakat Tutup Ngisor. Hal ini dikarenakan cerita tersebut ada petunjuk tentang bercocok tanam, dan yang paling penting adalah terhindarnya dari marabahaya, baik ancaman fisik maupun non fisik.
Makna simbolis bentuk penyajian Wayang Wong Sakral terdapat pada para tokoh, yaitu tokoh Semar yang memimpin doa untuk memohon turunnya wahyu kesuburan. Tokoh Dewi Sri Kembang sebagai dewi kesuburan yang diharapkan dapat memberi daya tumbuh pada tanaman sehingga terhindar dari kegagalan panen. Begitu juga tokoh Dalang merupakan lambang hidup, yaitu yang menghidupi penyajian Wayang Wong Sakral tersebut. Terdapat juga makna simbolis perlengkapan upacara viyang berupa sesaji atau sajen dan senjata-senjata dari para dewa yang diberikan kepada Prabu Yudistira sebagai tolak bala, sedangkan makna simbolis pelaksanaan upacara tradisi bulan Sura ada tiga yaitu awal, tengah dan akhir, merupakan lambang kehidupan manusia yang awalnya tidak ada, ada kembali tiada.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan: 1) Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang perlu memberikan perhatian khusus untuk pelestarian budaya masyarakat Dusun Tutup Ngisor, 2) Dinas Pariwisata dapat mengagendakan pertunjukan Wayang Wong Sakral sebagai tujuan wisata, 3) Padepokan Cipta Budaya perlu pembinaan para pemain Wayang Wong Sakral dalam gerak tarinya serta perlu regenerasi pemain untuk kelestariannya.

Download

MAKNA SIMBOLIS BENTUK PENYAJIAN WAYANG WONG SAKRAL DALAM UPACARA TRADISI BULAN SURA DI DUSUN TUTUP NGISOR DESA SUMBER KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG , 5.0 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets