Museum Perjuangan Kodam Diponegoro Mandala Bhakti Sebagai Museum Pelestarian Karya Juang Prajurit Diponegoro Dan Pariwisata Kesejarahan Di Kota Semarang 1985-2006

This item was filled under [ sejarah ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (28 votes cast)

skripsi jurusan sejarah: Museum Perjuangan Kodam Diponegoro Mandala Bhakti Sebagai Museum Pelestarian Karya Juang Prajurit Diponegoro Dan Pariwisata Kesejarahan Di Kota Semarang 1985-2006

Arif Nugroho. 2007. Skripsi sejarah, Fakultas Ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.

Museum menurut artinya adalah gedung yang dipakai sebagi tempat untuk memamerkan benda-benda yang patut mendapat perhatian umum. Misalnya peninggalan sejarah, seni, maupun Ilmu Pengetauan dan Teknologi, atau peninggalan-peninggalan tokoh-tokoh penting lainnya. Namun tempat untuk memamerkan benda-benda tersebut bersifat permanen dan sebagian tempat memiliki fungsi cagar budaya. Museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang sebagai museum tingkat lokal mempunyai andil dalam usaha pelestarian warisan budaya bangsa melalui berbagai macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang diantaranya adalah mengabadikan sejarah karya juang dan dharma bhakti Prajurit Kodam IV / Diponegoro dalam rangka usaha mewariskan jiwa dan semangat juang generasi berikutnya Museum Perjuangan ini juga sebagai tempat untuk menggugah, membina dan mengkomunikasikan nilai- nilai sejarah perjuangan dan dharma Bhakti Kodam IV / Diponegoro dalam peran serta Kodam dalam pembangunan Bangsa dan Negara juga sebagai salah satu tempat wisata sejarah di Kota Semarang.

Pokok permasalahan yang perlu diungkap dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar belakang terbentuknya Museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang. (2) Bagaimana usaha yang telah dilakukan Museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang dalam melestariakan karya juang Prajurit Diponegoro.(3) Bagaimana strategi pemasaran yang diambil untuk kelangsungan Museum perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti sebagai pariwisata kesejarahan di kota Semarang.
Tujuan penulisan Penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang terbentuknya museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang. (2) mengetahui usaha yang teah dilakukan museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti Semarang dalam melestarikan karya juang prajurit Diponegoro. (3) mengetahui Strategi pemasaran yang diambil demi kelangsungan Museum Perjuangan Kodam IV / Diponegoro Mandala Bhakti sebagai pariwisata Kesejarahan. Dalam penyusunan penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menempuh empat langkah kegiatan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. ix
Hasil penelitian disimpulkan dapat dijelaskan bahwa (1) Latar belakang berdirinya Museum Perjuangan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk melestarikan dan memanfaatkan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan dan pengabdian Prajurit Kodam IV /Diponegoro, (2) Usaha yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro dalam melestarikan karya juang prajurit adalah Pengumpulan dan pengolahan koleksi, Pemeliharaan dan pengawetan koleksi,(3) Strategi pemasaran yang diambil demi kelangsungan Museum Perjuangan Kodam IV/Diponegoro Mandala Bhakti Sebagai Pariwisata Sejarah di kota Semarang adalah mempublikasikan/promosi secara kontinyu,melakukan kerjasama dengan objek-objek wisata yang di kota Semarang, bekerjasama dengan Museum Jawa Tengah, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Saran dari Penelitian ini adalah (1) Bagi pihak Kodam IV/diponegoro perlu meningkatkan pengelolaan baik dari segi publikasinya, untuk tata pameran di ruang pamer tetap perlu ada pembenahan shingga mampu menarik pengunjung di Museum Perjuangan Kodam IV/Diponegoro. Melihat kondisi yang ada di dalam museum masih diperlukan tambahan dalam kualitas maupun kuantitas ahli-ahli tertentu misalnya Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang Perlu adanya Ahli Sejarah, (2) Kepada pemerintah daerah maupaun pemerintah kota untuk merawat dan menjaga museum sebagai fungsinya dengan memberikan fasilitas yang memadai sehingga minat kunjung terhadap masyarakat umum maupun wiastawan asing menjadi besar sehingga dapat memberikan masukan pendapatan bagi pemerintah lokal maupun pemerintah pusat, (3) Untuk masyarakat Semarang khususnya dan umumnya bagi masyarakat luar daerah Semarang hendaknya mempunyai minat yang besar untuk melestarikan museum sebagai warisan budaya serta sebagai sarana pendidikan dan penelitian

Download

Museum Perjuangan Kodam Diponegoro Mandala Bhakti Sebagai Museum Pelestarian Karya Juang Prajurit Diponegoro Dan Pariwisata Kesejarahan Di Kota Semarang 1985-2006, 5.0 out of 5 based on 28 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets