Pelaksanaan Peralihan Hak Milik Melalui Jual Beli di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang.

This item was filled under [ hukum dan kwarganegaraan ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.8/5 (112 votes cast)

Skripsi jurusan Hukum dan Kwarganegaraan: Pelaksanaan Peralihan Hak Milik Melalui Jual Beli di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang.

Nuryati Istiyana, 2005. Skripsi Hukum dan Kwarganegaraan, Fakultas ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimanapelaksanaan peralihan hak milik melalui jual beli di Kantor Pertanahan KabupatenSemarang?, (2)Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses peralihan hak milikyang melalui jual beli, (3)Hambatan apakah yang timbul dalam proses peralihan hakmilik yang melalui jual beli serta langkah-langkah Kantor Pertanahan dalammengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini bertujuan: (1)Untuk mengetahui prosesperalihan hak milik yang melalui jual beli di Kantor Pertanahan KabupatenSemarang, (2)Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses peralihanhak mlik melalui jual beli di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, (3)Untukmengetahui hambatan yang timbul serta langkah-langkah Kantor Pertanahan dalammengatasi hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukandengan cara mengumpulkan data secara dokumentasi dan wawancara.

Bahwa untuk memudahkan melakukan perbuatan hukum peralihan hakmilik yang menjadi objek berpindah kepada penerima hak, maka dalam pemindahanhaknya harus dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang membuataktanya dan didaftarkan di Kantor Pertanahan. Dalam pembuatan akta jual beli hakatas tanah wajib dihadiri oleh pihak penjual, pihak pembeli dan saksi. Akta tanahyang dikeluarkan oleh PPAT dibuat sebanyak dua lembar, yang semuanya asli. Satulembar disimpan di Kantor PPAT, satu lembar lainnya disampaikan kepada KepalaKantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran. Untuk para pihak hanya diberisalinannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses peralihan hak milik yangmelalui jual beli adalah ketidakpedulian pihak yang melakukan jual beli terhadapsegala peraturan yang mengikat PPAT dan juga ketidaktahuan para pihak mengenaipersyaratan yang ada.

Hambatan yang paling dominan dalam proses peralihan hak milik melaluijual beli yaitu karena masyarakat enggan untuk mengurus peralihan hak atastanahnya yang disebabkan adanya biaya yang menurut mereka cukup tinggi danhanya menyita waktu mereka saja, dan langkah Kantor Pertanahan dalam mengatasihambatan tersebut adalah Kantor Pertanahan bekerjasama dengan Kepala Desa untukmengadakan penyuluhan tentang pertanahan.

Download

Pelaksanaan Peralihan Hak Milik Melalui Jual Beli di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang., 4.8 out of 5 based on 112 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets