Pengaruh Suhu dan Waktu Aging Terhadap Kekuatan Tarik Rorak Bekas Yang Dicor Kembali

This item was filled under [ Teknik Mesin ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.9/5 (127 votes cast)

Skripsi Teknik Mesin : “Pengaruh Suhu dan Waktu Aging Terhadap Kekuatan Tarik Rorak Bekas Yang Dicor Kembali”

Arif Irfa’I M. 2005. Skripsi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan runtuhnya suatu konstruksi seperti kelelahan bahan dan adanya retak merambat yang tidak terkontrol, serta perubahan temperatur lingkungan material yang menyebabkan berubah juga struktur bahan seperti terjadinya pengerasan karena aging (penuaan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu aging terhadap sifat fisis (struktur mikro) dan sifat mekanis (kekerasan dan kekuatan tarik) pada torak bekas yang dicor kembali. Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah diperolehnya propertis sifat fisis dan mekanis pada bahan torak bekas yang dicor kembali untuk kepentingan perancangan ataupun penelitian.

Bahan yang digunakan adalah torak bekas yang dicor kembali dan dibentuk menjadi spesimen uji tarik dan kekerasan, kemudian dilanjutkan dengan proses aging pada suhu 1500C dan 2200C dengan holding time bervariasi. Pengujian tarik, kekerasan dan struktur mikro dilakukan setelah dilaksanakan proses aging. Data hasil pengujian dianalisa teknik deskriptif dan hasil analisa ditampilkan ditampilkan Dalam bentuk diagram batang pengaruh aging terhadap kekuatan tarik, kekerasan dengan variasi lama waktu aging dan temperatur aging

Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik pada suhu aging 1500C dan 2200C dengan holding time berturut-turut 45 menit, 120 menit, 240 menit, 420 menit dan 540 menit adalah 67,19 kg/mm2, 68,01 kg/mm2, 68,63 kg/mm2, 98,59 kg/mm2, 60,81 kg/mm2 dan 87,01 kg/mm2, 93 kg/mm2, 70,91 kg/mm2, 68,58 kg/mm2, 66,58 kg/mm2. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 98,59 kg/mm2 naik sebesar 26,38 % dari raw materials (78,01 kg/mm2). Dapat disimpulkan bahwa suhu aging yang lebih tinggi, proses terjadinya presipitasi lebih cepat kemudian diikuti dengan pelunakan, sedangkan suhu aging yang lebih rendah proses terjadinya presipitasi terbentuk dalam jangka waktu yang lebih lama tetapi dihasilkan struktur yang baik.

Download

Pengaruh Suhu dan Waktu Aging Terhadap Kekuatan Tarik Rorak Bekas Yang Dicor Kembali, 4.9 out of 5 based on 127 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets