Perbedaan kemandirian antara Anak Sulung dengan Anak Bungsu

This item was filled under [ Bimbingan Konseling ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.9/5 (129 votes cast)

Skripsi Bimbingan Konseling : Perbedaan kemandirian antara Anak Sulung dengan Anak Bungsu

Hindun Sri Rahmawati, 2005,Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui secara diskriptif kemandirian anak sulung, 2) Untuk mengetahui secara diskriptif kemandirian anak bungsu, dan 3) Untuk mengetahui perbedaan kemandirian antara anak sulung dan anak bungsu. Secara teoritis hasil penelitian ini dapat menambah khasanah pengetahuan dalam dunia pendidikan, khususnya bimbingan dan konseling tentang kemandirian anak sulung dan anak bungsu dan secara praktis dapat memberikan informasi tentang kemandirian anak sulung dan anak bungsu di SMU Negeri 11 Semarang pada tahun pelajaran 2004/2005 kepada siswa sebagai anak, orang tua atau wali murid dan guru pembimbing sebagai bahan pertimbangan dalam pembentukan kemandirian anak atau siswa asuh melalui kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah maupun pengembangan kemandirian mahasiswa oleh para dosen.

Populasi penelitian ini siswa kelas II SMA Negeri 11 Semarang tahun pelajaran 2004/2005 yang berkedudukan sebagai anak sulung dan yang berkedudukan sebagai anak bungsu berjumlah 234 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive proporsional random sampling. Jumlah sampel yang diteliti yaitu 58 siswa yang terbagai atas 30 siswa adalah anak sulung dan 28 siswa adalah anak bungsu. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu urutan kelahiran (anak sulung dan anak bungsu) sebagai variabel bebas dan kemandirian sebagai bariabel terikat. Data diambil dengan skala kemandirian. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t.

Hasil deskriptif diperoleh informasi bahwa kemandirian anak sulung telah masuk dalam kriteria tinggi sedangkan kemandirian anak bungsu masuk dalam kriteria sedang. Ditinjau dari tiap-tiap sub variabel kemandirian menunjukkan bahwa anak sulung pada aspek intelektual berada pada kategori sedang, sedangkan pada aspek ekonomi, emosi dan sosial berada pada kriteria tinggi sedangkan pada anak bungsu pada aspek intelektual, ekonomi, emosi dan sosial seluruhnya berada dalam kriteria sedang. Hasil uji beda mean dengan uji t test antara kemandirian anak sulung dan anak bungsu diperoleh harga thitung = 3,45 > ttabel = 2,00. Hal ini berarti terdapat perbedaan kemandirian yang signifikan antara anak sulung dengan anak bungsu.

Berkaitan dengan hasil penelitian ini penulis dapat mengajukan saran yang dapat disampaikan melalui Guru Pembimbing antara lain: 1) Bagi para siswa yang menjadi anak bungsu hendaknya menyadari bahwa tidak selamanya mereka dapat menggantungkan diri pada orang lain baik orang tua maupun kakaknya. Oleh karena itu hendaknya mulai dari sekarang mereka belajar meningkatkan kemandirian baik dalam hal ekonomi, emosi sosialnya agar dapat melepaskan diri dari ketergantungannya pada orang lain, 2) Bagi orang tua hendaknya tidak hanya membebankan seluruh tanggungjawab kepada anak sulung. Mereka seharusnya juga memberikan tanggung jawab kepada anak bungsu dalam upaya mengembangkan kemandiriannya, 3) Guru pembimbing di sekolah hendaknya memberikan perhatian khusus kepada anak didiknya dengan status kelahiran bungsu saat memberikan layanan pembentukan kemandirian agar mereka dapat memiliki tingkat kemandirian yang sama dengan anak sulung dan 4) Bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sama dapat menekankan pada aspek kemandirian belajar siswa.

Download

Perbedaan kemandirian antara Anak Sulung dengan Anak Bungsu, 4.9 out of 5 based on 129 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets