Perjuangan rakyat Magelang dalam mepertahankan kemerdekaan tahun 1947-1949.

This item was filled under [ Uncategorized ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.8/5 (110 votes cast)

Skripsi jurusan sejarah: Perjuangan rakyat Magelang dalam mepertahankan kemerdekaan tahun 1947-1949.

Asmiyatun.2005.Skripsi jurusan sejarah, Fakultas ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.

Magelang terletak di sebelah utara Jogjakarta. Sejak tanggal 4 Januari1946, Jogjakarta merupakan ibu kota RI. Pada masa perang kemerdekaan tahun1947-1949, Magelang digunakan sebagai jalan masuk pasukan Belanda dari arahSemarng dan Purworejo. Oleh karena itu posisi Magelang memiliki arti pentingdalam usaha menghadang kedatangan pasukan Belanda tersebut dan berusahamempertahankan penguasaan kembali Belanda atas Magelang.

Permasalahan yang dijaukan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakondisi Magelang menjelang Agresi Militer Belanda I tahun 1947, bagaimanaperjuangan rakyat Magelang dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I tahun1947, bagaimana kondisi Magelang menjelang Agresi Militer Belanda II tahun1948-1949, bagaimana perjuangan rakyat Magelang dalam menghadapi AgresiMiliter belanda II tahun 1948-1949, bagaimana kondisi Magelang setelah AgresiMiliter Belanda II tahun 1949. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kondisiMagelang menjelang Agresi Militer Belanda I tahun 1947 perjuangan rakyatMagelang dalam Agresi Militer Belanda I tahun 1947, mengetahui kondisiMagelang menjelang Agresi Militer Belanda II tahun 1948-1949, mengungkapkanperjuangan rakyat Magelang dalam mempertahankan kemerdekaan II tahun 1948-1949, mengungkapkan keadaan Magelang sesudah Agresi Militer Belanda IItahun 1948-1949.

Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup spatial, temporaldan tematikal. Lingkup Spatial adalah hal yang berkaitan dengan batasan daerahdimana suatu peristiwa sejarah terjadi. Pada penelitian ini wilayah yang penulismaksud adalah wilayah Magelang. Lingkup Temporal adalah berkaitan denganbatasan waktu penelitian. Dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejakpecahnya Agresi Militer Belanda I tahun 1947 dan Agresi Militer Belanda IItahun 1948-1949. Lingkup Tematikal yaitu sejarah perjuangan. Metode penelitianyang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Meliputi langkah-langkahheuristik, mencakup sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yangdigunakan adalah kesaksian para pelaku yang sekarang tergabung dalam anggotaveteran Kabupaten Magelang. Sumber sekunder yang digunakan adalah kajianpustaka. Langkah selanjutnya adalah kritik sumber, interpretasi dan historiografi.

Hasil penelitian dapat disimpukan bahwa kondisi Magelang yangbergunung-gunung dan berbukit-bukit sangat penting untuk mengatur strategiperang, yaitu gerilya. Pada masa perang kemerdekaan semua badan-badanperjuangan Magelang dikerahkan ke seluruh front. Diantaranya ke front Ngablak,front Ngasinan, front Pingit, front Nglarangan (Grabag), front Candiroto, frontfrontdi Surakarta, Semarang dan kota-kota lain. Tidak hanya terbatas pada frontJawa Tengah tetapi juga diperbantukan pada front di luar Jawa Tengah seperti diPurwakarta (Jawa Barat), di Karawang dan sebagainya.

Di masa perang gerilya peranan rakyat sangat besar. Serangan-seranganmendadak dan penghadangan-penghadangan hampir tiap hari terjadi. Dan inidilakukan dengan bantuan penuh dari rakyat. Rakyat tidak hanya ikut memanggulsenjata dalam perang tetapi juga membantu dalam bentuk materi, misalnyadengan mendirikan dapur umum untuk menjamin makanan bagi para gerilyawandan mempersiapkan tempat-tempat pembagian makan maupun markas untuksementara. Serangan mendadak, pengrusakan gedung dan jembatan, penebanganpohon-pohon untuk menghadang datangnya pasukan Belanda dikerjakan olehrakyat dengan bimbingan pasukan TNI.

Belanda berhasil menduduki Magelang selama kurang lebih satu tahun.Setelah mendapatkan serangan yang terus menerus dari rakyat, akhirnya Belandaberhasiil diusir dari Magelang. Kepergian Belanda dari Magelang juga seiringdengan hasil kesepakatan antara RI dengan Belanda tentang penyerahankedaulatan RI dari Belanda ke Republik Indonesia melalui persetujuan Roem-Royen. Di Magelang penyerahan pemerintahan dari militer ke sipil dilakukansetelah Belanda benar-benar pergi dari kota Magelang dan bersamaan denganpenandatanganan naskah kedaulatan dari pemerintah Belanda di Belanda, yaitupada tanggal 27 Desember 1949.

Download

Perjuangan rakyat Magelang dalam mepertahankan kemerdekaan tahun 1947-1949., 4.8 out of 5 based on 110 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets