Persepsi Siswa Terhadap Penokohan Mohammad Hatta Sebagai Pahlawan Nasional (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara)

This item was filled under [ sejarah ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 4.9/5 (29 votes cast)

skripsi Jurusan sejarah: Persepsi Siswa Terhadap Penokohan Mohammad Hatta Sebagai Pahlawan Nasional (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara)

Danang Dwi Arfianto, 2007. Skripsi Jurusan sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.

Pendidikan sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang membina dan membentuk warga negara dan pembangunan bangsa yang baik juga merupakan jembatan untuk menasionalisasikan sikap nasionalisme pada siswa, sehingga semakin banyak siswa belajar sejarah maka semakin banyak pula nilai-nilai sejarah yang dihayati siswa yang pada akhirnya prestasi belajar siswa dibidang sejarah meningkat dan sikap nasionalisme siswa pun semakin baik. Persepsi adalah penilaian seseorang terhadap obyek, peristiwa atau stimulus dengan melibatkan proses kognisi dan afeksi untuk membentuk konsep tersebut Mohammad Hatta sebagai pahlawan nasional kurang diketahui jasa-jasanya oleh siswa. Pada kenyataannya banyak siswa, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya hanya mengenal sosok Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama sekaligus sebagai proklamator. Mereka tidak mengetahui siapa, bagaimana, mengapa Hatta sampai menjadi seorang wakil presiden maupun sebagai seorang proklamator. Dengan mempersepsikan Mohammad Hatta sebagai pahlawan nasional diharapkan akan muncul nilai-nilai kepahlawanan yang dapat ditiru dan diterapkan oleh siswa.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana sejarah Mohammad Hatta; (2) Bagaimana pembelajaran sejarah pada pokok bahasan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan kedaulatan di kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara; (3) Bagaimana persepsi siswa terhadap penokohan Mohammad Hatta sebagai pahlawan nasional di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui sejarah Mohammad Hatta; (2) Untuk mengetahui pembelajaran sejarah pada pokok bahasan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan kedaulatan di kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara; (3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penokohan Mohammad Hatta sebagai pahlawan nasional di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.
Untuk menjawab pertanyaan diatas metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan atau purposive sample. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber dan metode peneliti gunakan untuk menguji keabsahan data. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaksi, dan prosedur penelitian meliputi tahap orientasi, eksplorasi dan pengecekan kebenaran hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara pada pokok bahasan ix
proklamasi kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan kedaulatan, guru lebihbanyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta diselingi dengan nonton film dokumenter di ruang Audio Visual. Guru cenderung kurang kreatif dalam penggunaan metode dan media pembelajaran. Sebenarnya sarana dan prasarana yang ada disekolah cukup memadai, namun keterbatasan waktu yang menjadi kendala. Alokasi waktu yang sangat kurang dengan muatan materi yang disampaikan masih banyak.
Persepsi siswa terhadap Mohammad Hatta sebagai pahlawan nasional bersifat positif, karena siswa dapat memahami dan memaknai peranan Mohammad Hatta dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia dan upaya menegakkan kedaulatan. Disamping itu, siswa dapat mempersepsikan nilai-nilai kepahlawanan dalam diri Hatta sehingga siswa dapat memahami dan memaknai perjuangan Mohammad Hatta dengan menghargai jasa-jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangannya.
Dari hasil penelitian diatas disarankan, sekolah hendaknya dapat mencukupi kebutuhan belajar seperti menciptakan suasana sekolah yang kondusif, menyediakan sumber-sumber belajar yang dibutuhkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal, proses pembelajaran guru hendaknya lebih kreatif dalam kaitannya dengan metode dan media pembelajaran, dan siswa diharapkan menghargai pengorbanan para pahlawan nasional misalnya Mohammad Hatta dan mengambil nilai-nilai kepahlawanannya yang bersifat positif.

Download

Persepsi Siswa Terhadap Penokohan Mohammad Hatta Sebagai Pahlawan Nasional (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara), 4.9 out of 5 based on 29 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets