Profil Kehidupan Anak Jalanan Perempuan (Studi Kasus anak jalanan di Komplek Tugu Muda Semarang).
Tugas akhir akuntansi : Profil Kehidupan Anak Jalanan Perempuan (Studi Kasus anak jalanan di Komplek Tugu Muda Semarang).
Wahyu Juwartini. 2005. Skripsi jurusan ekonomi, Fakultas ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.
Masalah anak terutama anak jalanan semakin meningkat dari tahun ketahun , akibat krisis ekonomi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 danberdampak juga pada kota Semarang yang semakin hari anak jalanan perempuanmeningkat. Permasalahan dari penelitian ini adalah (1) bagaimana profilkehidupan anak jalanan perempuan di komplek Tugu Muda Semarang (2) Apafaktor-faktor penyebab anak jalanan perempuan di komplek Tugu MudaSemarang pergi ke jalanan (3) Bagaimana mereka mempertahankan hidup dijalanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kehidupan anak jalananperempuan di komplek Tugu Muda Semarang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatankualitatif. Lokasi penelitian di kompleks Tugu Muda Semarang. Fokus penelitianadalah profil kehidupan anak jalanan anak jalanan perempuan di komplek TuguMuda Semarang. Sumber data penelitian berasal dari subjek penelitian yaitu 5(lima) anak-anak jalanan yang kembali pulang ke rumah, 2 orang tua anakjalanan; Informan dari Dinas Sosial kota Semarang, Yayasan Setara danDokumentasi. Teknik pengunpulan data dengan menggunakan teknik wawancara,dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasiberdasarkan sumber. Analisis data dalam penelitian ini adalah tahap reduksi data,tahap penyajian data dan tahap kesimpulan.
Hasil penelitian menggambarkan situasi dan kondisi di komplek TuguMuda Semarang terdapat 5 traffic Light yaitu traffic light Jl. Pemuda, traffic lightJl. Imam Bonjol, Traffic Light Jl. Kalisari. Waktu anak-anak jalanan perempuandi jalanan bervariasi yaitu dari pagi sampai malam hari, siang hari smapai malamhari, dan sore hari sampai malam hari. Anak-anak jalanan perempuan pernahmengalami tindak kekerasan oleh aparat keamanan dalam operasi razia dan rawanterhadap pelecehan seksual. Pembahasan tentang kehidupan anak jalananerempuan di kompleks Tugu Muda Semarang yaitu : lokasi anak jalanan semakinluas, penguasaan wilayah di kompleks Tugu Muda Semarang, kegiatan untukmendapatkan uang adalah mengemis dan mengamen. Kehidupan anak jalananperempuan di kompleks Tugu Muda Semarang melakukan seks bebas,penggunaan drugs, mengalami tindak kekerasan baik dari keluarga maupunkekerasan yang berasal dari luar, melakukan tindakan kriminal. Factor-faktorpenyebab anak jalanan perempuan turun ke jalan ada 2 (dua) factor yaitu factoreksternal dan factor internal.
Simpulan dari penelitian ini adalah anak jalanan perempuan di kompleksTugu Muda Semarang yaitu anak jalanan yang berasal dari Gunung BrintikSemarang yang berusia 6 –17 tahun yang masih pulang ke rumah dan ada yangmasih sekolah. Meningkatnya jumlah anak jalanan di kompleks Tugu MudaSemarang menyebabkan perubahan dalam kehidupan anak jalanan perempuan.Kegiatan untuk mendapatkan uang adalah mengemis dan mengamen, mengelapmotor/ mobil. Faktor-faktor penyebab anak jalanan perempuan di kompleks TuguMuda Semarang yaitu : kekerasan dalam keluarga, dorongan keluarga, impiankebebasan, ingin memiliki uang sendiri, pengaruh dari teman. Cara-cara anakjalanan perempuan mempertahankan hidup seperti membangun solidaritas,elakukan kegiatan ekonomi, memanfaatkan barang bekas/sisa, melakukantindakan kriminal, melakukan kegiatan yang rentan terhadap eksploitasi seksual.Saran dari peneliti adalah mendorong anak agar tetap tinggal bersamaorang tua, memberi peluang-peluang kegiatan-kegiatan yang dirancang bersamaanak untuk mengurangi kegiatan mereka di jalanan.



