ROUBLESHOOTING SISTEM PNEUMATIK PADA MESIN BOR DENGAN KONTROL ELEKTROPNEUMATIK

This item was filled under [ Teknik Mesin ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (31 votes cast)

skripsi Teknik Mesin: ROUBLESHOOTING SISTEM PNEUMATIK PADA MESIN BOR DENGAN KONTROL ELEKTROPNEUMATIK

Anggun Achmad S. . 2006. skripsi Teknik Mesin D III. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.

Proses kerja mesin bor terutama dalam industri membutuhkan kinerja dan proses yang cepat. Kontrol secara manual mengakibatkan hasil produksi menjadi lama dan mungkin terhambat, sehingga memerlukan aplikasi dalam mesin bor untuk menggantikan kontrol secara manual. Salah satu aplikasi dalam mesin bor untuk menggantikan kontrol secara manual adalah dengan pneumatik.

Kontrol kerja mesin bor secara manual dapat digantikan dengan kontrol otomatis agar lebih simple dalam pengerjaan, salah satunya adalah dengan menggunakan kontrol elektropneumatik. Keuntungan memakai kontrol kerja dengan elektropneumatik adalah 1. Kontrol kerja diatur secara elektronik sehingga tidak menggunakan kontrol secara manual 2. Pneumatik menggunakan udara sebagai fluida atau tenaga sehingga aman tidak mudah meledak 3. Sistem pneumatik memiliki daya yang cukup besar sehingga dapat melakukan kerja pengeboran secara optimal 4. Efisiensi yang dihasilkan tinggi karena dikontrol secara elektonik..
Komponen-komponen penyusun yang terdapat dalam mesin bor dengan kontrol elektropneumatik terdiri dari; Unit tenaga yang mencangkup kompresor, tangki udara bertekanan dan air service unit ; Elemen kerja yang mencangkup silinder; Unit pengatur yang mencangkup katup solenoid dan katup cekik serta Rangkaian kontrol sebagai sistem kontrol penggerak.
Troubleshooting yang umumnya terjadi pada mesin bor dengan sistem elektropneumatik antara lain silinder tidak dapat turun, silinder dapat turun tetapi tidak dapat naik, silinder bersuara kasar ketika bergerak naik/turun, gerakan silinder terlalu cepat/lambat/tersendat-sendat, silinder cepat panas, silinder cekam tidak dapat maju atau tidak dapat mundur, silinder cekam maju tersendat-sendat, katup bocor, katup solenoid panas, manometer tidak dapat berfungsi, dan sistem pelumasan terhambat.
Perawatan merupakan suatu usaha untuk menjaga komponen agar tidak terjadi kerusakan. Tindakan perawatan diperlukan untuk memperpanjang efesiensi yang optimal dan memperpanjang umur dari unit itu sendiri. Diskusikan dengan operator apabila terdapat perbedaan-perbedaan atau keadaan yang tidak biasa dari sistem.

Download

ROUBLESHOOTING SISTEM PNEUMATIK PADA MESIN BOR DENGAN KONTROL ELEKTROPNEUMATIK, 5.0 out of 5 based on 31 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets