SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSBEBAS DITINJAU DARI TINGKAT PENALARANMORAL PADA SISWA KELAS DUASMA KESATRIAN 1 SEMARANGTAHUN AJARAN 2005/2006(Teori Perkembangan Moral Köhlberg)

This item was filled under [ Psikologi ]
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (31 votes cast)

skripsi Jurusan Psikologi: SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSBEBAS DITINJAU DARI TINGKAT PENALARANMORAL PADA SISWA KELAS DUASMA KESATRIAN 1 SEMARANGTAHUN AJARAN 2005/2006(Teori Perkembangan Moral Köhlberg)

Pramita Agnes Wahareni. 2006. Skripsi Jurusan Psikologi FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2006

Siswa SMA kelas dua sebagai remaja (usia 16-17 tahun) mereka sudahmulai berpacaran, sehingga mereka dipandang memerlukan informasi yangbertanggung jawab mengenai reproduksi sehat. Atas dasar pertimbangan daripengamatan ini, banyak siswa dipandang perlu mendapatkan tambahan wawasanyang lebih detail tentang hubungan antara laki-laki dengan perempuan, danmengenai bagaimana pergaulan atau pacaran yang sehat. Kebanyakan siswa tidakberani menolak kalau pacarnya ingin berbuat seks bebas, sehingga merekamelakukan hubungan seks yang bebas. Semua ini dapat terjadi karena kepribadiandan tingkat penalaran moral siswa yang kurang baik. Keberhasilan perkembanganpenalaran moral remaja di masyarakat ikut menentukan keberhasilan remajadalam menentukan pola pergaulannya di masyarakat. Oleh sebab itu, penulistertarik untuk mengadakan penelitian ini. Untuk mengkaji lebih jauh, penelitimengangkat permasalahan : adakah hubungan antara sikap remaja terhadapperilaku seks bebas di tinjau dari tingkat penalaran moral remaja di SMAKesatrian 1 Semarang tahun ajaran 2005/2006.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitianadalah siswa kelas dua SMA Kesatrian 1 Semarang tahun ajaran 2005/2006 yangpada saat dilakukannya penelitian berusia 16-17 tahun, sedang berpacaran, dantahu akan baik-buruknya suatu perbuatan. Populasi yang ada dalam penelitian iniberjumlah 96 siswa. Karena populasi kurang dari 100 siswa maka semua anggotapopulasi diambil sebagai sampel penelitian (penelitian populasi). Dua variabeldalam penelitian ini yaitu tingkat penalaran moral remaja sebagai variabel bebas,dan sikap remaja terhadap perilaku seks bebas sebagai variabel terikat. Alatpengumpul data yang digunakan adalah angket pengungkap pendapat tentangmasalah-masalah sosial dan skala sikap remaja terhadap perilaku seks bebas.

Angket ini terdiri dari 17 item angket pengungkap pendapat tentang masalah-masalah sosial dan 96 item skala sikap remaja terhadap perilaku seks bebas.
Metode analisis data menggunakan metode statistik korelasional parametik,komputasi menggunakan bantuan komputer program (SPSS) versi 10.1 forwindow ¶00Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan rumus korelasiproduct moment yaitu r = -0,368. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa“adahubungan negatif antara sikap remaja terhadap perilaku seks bebas ditinjau daritingkat penalaran moral remaja“. Umumnya remaja mempunyai sikap terhadapperilaku seks bebas yang tergolong tidak setuju terhadap perilaku seks bebasivmencapai 50,00%, 44,79% pada golongan sangat tidak setuju terhadap perilakuseks bebas, 4,17% tergolong setuju terhadap perilaku seks bebas, dan 1,04%mempunyai sikap terhadap perilaku seks bebas yang tergolong sangat setuju.
Untuk tingkat penalaran moral remaja 2.08% tergolong tingkat penalaran tahap 2orientasi relativitas instrumental (tingkat prakonvensional), 68,75% pada tahap 3orientasi kesepakatan antar pribadi (tingkat konvensional), 20,83% pada tahap 4orientasi hukum dan ketertiban (tingkat konvensional), dan 8,33% berada padatingkat penalaran tahap 5 orientasi konstrak sosial yang legatistik (tingkatpascakonvensional). Kebanyakan Siswa kelas II SMA Kesatrian 1 Semarangberani menolak kalau pacarnya ingin melakukan hubungan seks secara bebas.
Semua ini dapat terjadi karena kepribadian dan tingkat penalaran moral siswayang baik. Maka semakain tinggi penalaran moral remaja semakin negatifsikapnya terhadap perilaku seks bebas.
Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan beberapa saran :perlu adanya pembinaan nilai-nilai moral sejak dini tanpa menggunakan laranganatau hukuman, namun dengan jalan anak selalu diajak untuk berfikir, yang selalumenerangkan mengapa suatu perbuatan dilarang atau diperintahkan, apamaksudnya dan apa motivasinya, sehingga mereka akan menjadi orang yangselalu terbuka terhadap sesuatu yang baru; termasuk pergaulan seks bebas danyang akan bertindak berdasarkan tanggung jawab yang nyata, semakin baiktingkat penalaran moral, maka semakin negatif sikap remaja terhadap perilakuseks bebas.

Download

SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSBEBAS DITINJAU DARI TINGKAT PENALARANMORAL PADA SISWA KELAS DUASMA KESATRIAN 1 SEMARANGTAHUN AJARAN 2005/2006(Teori Perkembangan Moral Köhlberg), 5.0 out of 5 based on 31 ratings
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Copyright Notice: Skripsi-skripsi yang dipublikasikan di Pustakaskripsi.com adalah skripsi dengan lisensi boleh dipublikasikan dengan pernyataan Copyright sebagai berikut:
Copyrights : Copyright (c) <Universitas Penerbit>. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Jika anda adalah penulis atau penerbit skripsi ini dan merasa tidak menerbitkan lisensi tersebut, dan merasa keberatan skripsi anda dipublikasikan, silahkan menghubungi admin di admin [at] pustakaskripsi.com. Kami akan dengan senang hati meng-unpublish Skripsi anda.

Sebarkan Ilmu walaupun hanya satu Ayat. Ilmu yang kau bagikan kepada orang lain maka akan semakin bertambah dan berkah.

Leave a Comment

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets